Membangun bersama ilmu

usaha tangga kerjayaan

makanan alternative ternakanan ikan June 19, 2009

Filed under: Uncategorized — angah08 @ 5:11 am

Ulat Pengganti Pelet
Ulat ternyata mampu menggantikan pelet sebagai makanan ternak alternatif untuk ikan. Selain kandungan gizinya tinggi, larva serangga itu juga ramah lingkungan karena tidak mengandung bahan pengawet dalam pembiakannya. Berikut temuan penelitian selengkapnya.
——–

Selain mengetahui seluk-beluk bibit ikan yang bagus, beternak ikan juga harus memahami kondisi fisik air kolam pemeliharaan. Lalu, kejelian dalam memilih juga diperlukan untuk menunjang keberhasilan budi daya ikan.

Makanan berfungsi sebagai sumber energi dan materi kehidupan dalam budi daya ikan. Karena itu,makanan mempunyai pengaruh penting terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan.

Selama ini hampir sebagian besar peternak ikan masih mengandalkan pelet sebagaim pakanan ikan. Selain mudah didapat dan awet, proses pembuatannya relatif mudah. Karena itu, peternak bisa memproduksinya sendiri.

Sayang, pelet berbahan pengawet dan mengakibatkan rusaknya lingkungan perairan. Pelet yang tidak termakan oleh ikan pun akan meninggalkan sisa. Ini menjadikan air keruh dan kotor.

Untuk itu, diperlukan alternatif makanan ikan alami. Salah satunya adalah maggot. Inilah yang mendorong Hartoyo dan Purnama Sukardi, peneliti dari Pusat Ahli Teknologi dan Kemitraan (Pattra) Lembaga Penelitian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, meneliti makanan alternatif untuk ikan peliharaan. Peneliti ingin mencari mpakanan ikan alami yang ramah lingkungan.

Memproduksi makanan ikan alami memang bukan hal mudah. Tapi, hal itu bukanlah pekerjaan sulit. Persoalannya terletak pada sarana dan prasarana yang tergolong cukup mahal untuk ukuran ekonomi masyarakat pedesaan secara umum. Selain itu, diperlukan keahlian khusus dalam pengoperasiannya.

Makanan sebagai makanan ikan yang baik harus mengandung nilai gizi tinggi dan seimbang. Gizi utama dalammakanan ikan setidaknya mengandung unsur protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, dan air.

Meski begitu, kebutuhan nutrisi ikan berubah-ubah dipengaruhi oleh berbagai faktor. Misalnya, jenis, ukuran, dan aktivitas ikan, dan macam makanan. Faktor lingkungan tempat ikan hidup juga berpengaruh. Misalnya, suhu air dan kadar oksigen terlarut dalam kolam.

Jumlah makanan yang dibutuhkan ikan setiap hari berhubungan berat dengan badan dan umurnya. Namun, persentase jumlahnya semakin berkurang dengan bertambahnya ukuran dan umur ikan. Rata-rata jumlah makanan harian yang dibutuhkan seekor ikan adalah 3 persen – 5 persen dari bobot total tubuhnya.

Ikan berukuran kecil dan berumur muda membutuhkan jumlah makanan lebih banyak daripada ikan dewasa berukuran besar. Kebutuhan akan nutrisi ikan kecil juga lebih tinggi. Terlebih pada kebutuhan unsur proteinnya.

Misalnya, ikan dengan berat 250 gram, kebutuhan makanan harian 1,7 persen – 5,8 persen dari biomassanya. Sementara ikan yang beratnya 600 gram, kebutuhan makanan hariannya hanya 1,3 persen – 3 persen dari biomassanya.

Protein berfungsi membentuk dan memperbaiki jaringan dan organ tubuh yang rusak. Pada kondisi tertentu protein digunakan sebagai sumber energi pada proses metabolisme.

Karena itu, kadar protein makanan yang rendah akan menyebabkan pertumbuhan ikan menjadi lambat. Daya tahan ikan juga menurun sehingga ikan akan mudah terserang penyakit.

Lalat berasal dari telur lalat yang mengalami metamorfosis pada fase kedua setelah fase telur dan sebelum fase pupa yang kemudian berubah menjadi lalat dewasa. Larva itu hidup pada daging yang membusuk. Kadang juga menginvestasi pada luka hewan yang masih hidup. Termasuk pada manusia.

Dalam prosesnya, penambahan ikan baja tidak boleh melebihi separo atau 50 persen dari berat ampas tahu. Pembiakan paling efektif jika ditambahkan 20 persen ikan baja dari berat ampas tahu.

Bagaimana bila ampas tahu tidak ditambah dengan ikan baja? Atau ampas tahu dicampur ikan baja yang melebihi 50 persen dari ampas tahu? Yang terjadi adalah percuma karena tidak dapat menghasilkan ulat.

Artinya, hal itu mengindikasikan bahwa lalat membutuhkan perbandingan ampas tahu dan ikanbaja dengan komposisi perbandingan tertentu secara tepat. Ikan baja berfungsi sebagai makanan ulat yang telah jadi. Keberadaannya juga diperlukan sebagai daya tarik lalat untuk bertelur pada media tersebut.

Walaupun demikian, perbandingan ampas tahu dan ikan baja tidak berpengaruh terhadap kandungan protein pada ulat.

Mengapa ampas tahu? Salah satu alasannya, selain untuk mengurangi pencemaran lingkungan, khususnya perairan, pada tepung ampas tahu masih terdapat kandungan gizi. Yaitu, protein (23,55 persen), lemak (5,54 persen), karbohidrat (26,92 persen), abu (17,03 persen), serat kasar (16,53 persen), dan air (10,43 persen).

Ketika ampas tahu dipilih untuk dijadikan media, diharapkan terjadi transfer energi dari ampas tahu pada ulat yang dihasilkan. Selain itu, sebagai limbah, ampas tahu mudah didapatkan dengan harga relatif terjangkau. Hal itu menjadikan teknologi pembiakan maulat merupakan teknologi yang murah dan mudah diaplikasikan.

Diharapkan ada teknologi yang lebih aplikatif dan sederhana untuk memanfaatkan limbah ampas tahu sebagai makaanan ikan, sehingga masyarakat mudah melakukannya.

Selama ini para petani ikan sudah memanfaatkan limbah ampas tahu untuk makanan ikan. Namun, hal itu dilakukan secara langsung tanpa melalui proses terlebih dahulu. Padahal, ampas tahu tidak bisa diberikan kepada semua jenis ikan.

Selain itu, hal ini dapat berdampak negatif, baik pada ikan maupun lingkungan hidup. Terlebih limbah tahu cair, yaitu sisa air tahu yang tidak menggumpal sehingga mengandung padatan tersuspensi maupun terlarut. Selanjutnya, terjadi perubahan secara fisika, kimia, dan hayati yang menghasilkan zat beracun. Tentu hal itu menjadi media potensial bagi tumbuhnya kuman penyakit

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s